JAKARTA — Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara mendapat perhatian pelaku pasar. Pengangkatan Suahasil dinilai dapat memberikan kepastian bagi pasar keuangan, meski investor masih menunggu langkah konkret pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.

Respons pasar terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan Senin, IHSG sempat tertekan hingga 2,56 persen ke level 6.373,96, kemudian berbalik menguat dan mencapai level tertinggi intraday 6.550. Namun, indeks akhirnya ditutup melemah tipis 0,10 persen ke level 6.534,69. (Info : Emiten News)

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas M Nafan Aji Gusta menilai respons awal pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan cenderung positif dan terukur.

"Suahasil bukan figur yang asing bagi pasar karena sebelumnya beliau telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, sehingga kondisi tersebut diharapkan membuat kesinambungan kebijakan fiskal relatif lebih mudah dibaca oleh investor", ucap Nafan dikesempatan terpisah.

Dalam indikator perekonomian bahwa, penguatan pasar tersebut belum tentu menunjukkan bahwa investor sepenuhnya kembali percaya terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan ada hal yang berbeda.

"Pergerakan IHSG setelah pergantian Menteri Keuangan lebih mencerminkan relief rally, yakni kenaikan yang dipicu oleh kelegaan pasar setelah mendapatkan kepastian mengenai figur Menteri Keuangan baru", ungkapnya.

Hendra mencatat investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp330 miliar, sementara IHSG ditutup turun 0,10 persen pada perdagangan Senin. Menurutnya, pelaku pasar masih berada dalam posisi wait and see sambil menunggu langkah konkret Suahasil dalam mengelola kebijakan fiskal.

Menanti Arah Fiskal

Suahasil menghadapi tantangan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN sekaligus mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Dalam pernyataannya setelah dilantik, Suahasil menegaskan pergantian Menteri Keuangan bukan berarti perubahan arah kebijakan keuangan negara dan pekerjaan yang sedang berjalan akan dilanjutkan.

Kepastian arah fiskal menjadi penting bagi pasar karena kebijakan pemerintah akan berpengaruh terhadap investasi, nilai tukar, pasar obligasi dan pergerakan saham. Dampaknya juga dapat menjalar ke sektor perbankan.

Kebijakan fiskal yang kredibel dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga dapat menciptakan ruang bagi peningkatan aktivitas pembiayaan. Perbankan membutuhkan permintaan kredit yang sehat, sementara dunia usaha membutuhkan pembiayaan untuk ekspansi.

Di sisi lain, perhatian terhadap sektor riil juga menjadi penting, terutama UMKM. Pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya tercermin melalui indikator pasar modal, tetapi juga melalui peningkatan daya beli, akses pembiayaan, investasi dan aktivitas usaha masyarakat.
Dengan demikian, pergantian ini diharapkan berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar apabila mampu memperkuat kepercayaan investor.

Namun, pasar masih menunggu pembuktian melalui kebijakan fiskal yang konsisten dan kredibel. Bagi IHSG, pergerakan jangka pendek kemungkinan masih sangat dipengaruhi sentimen. Sementara bagi perbankan dan UMKM, arah kebijakan fiskal akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan seberapa kuat pertumbuhan ekonomi dapat diteruskan ke sektor riil.