Nov 6, 2026 · @Ismail Fahmi

Selama tiga bulan ujicoba, ChatHPT menerima sekitar 13 ribu pertanyaan. Satu hari setelah diluncurkan, angkanya sudah 50.756.

Artinya, sejak diresmikan Ketua Umum PP Muhammadiyah di Munas Tarjih pada Kamis (5/11) hingga Jumat sore (6/11), warga mengajukan sekitar 37 ribu pertanyaan baru. Dalam waktu sekitar sehari, jumlah itu hampir tiga kali lipat dari seluruh pertanyaan yang terkumpul sejak ujicoba dimulai Agustus lalu.

ChatHPT adalah asisten AI untuk menjelajahi khazanah Tarjih Muhammadiyah, mulai dari Himpunan Putusan Tarjih, Fatwa Tarjih, hingga Tanya Jawab Agama. Layanan ini dapat diakses di hpt.muhammadiyah.or.id dan melalui superapp MASA, dengan login Muhammadiyah ID.

Ratusan Ribu Panggilan dalam Dua Hari

Lonjakan paling jelas terlihat pada jumlah panggilan ke model AI. Pada hari peluncuran, Kamis (5/11), sistem mencatat 97.418 panggilan.

Sehari kemudian angkanya naik lagi menjadi 137.067, padahal hari Jumat itu belum berakhir.

Satu pertanyaan umumnya memicu beberapa panggilan, karena sistem perlu menelusuri naskah, membaca sumber yang relevan, lalu menyusun jawaban. Total panggilan dalam dua hari itu mencapai 234.485.

Sebagian Besar Penanya Belum Menjadi Anggota

Hingga Jumat sore, tercatat 14.165 akun Muhammadiyah ID yang masuk ke ChatHPT. Dari jumlah itu, 13.871 akun (97,9 persen) benar-benar mengajukan pertanyaan. Hampir semua yang datang memang datang untuk bertanya.

Rinciannya, 11.851 akun (83,7 persen) berada di Level 1, 1.632 akun (11,5 persen) di Level 2, dan 682 akun (4,8 persen) di Level 3.

Temuan ini menarik. Lebih dari delapan dari sepuluh pengguna adalah akun Level 1, yaitu warga yang belum tercatat sebagai anggota Persyarikatan. Anggota di Level 2 dan Level 3 berjumlah 2.314 akun, atau 16,3 persen.

Dengan kata lain, ChatHPT menjangkau jauh melampaui lingkar anggota. Bagi banyak orang, layanan ini menjadi pintu pertama untuk mengenal cara Muhammadiyah memahami persoalan agama, sekaligus peluang untuk mengajak mereka bergabung secara resmi.

Shalat Masih Nomor Satu

Pertanyaan terbanyak justru menyangkut ibadah paling sehari-hari. Topik shalat, mulai dari tata cara, jumlah rakaat, hingga sujud, muncul dalam 8.239 pertanyaan atau 16,2 persen dari total. Angka ini lebih dari tiga kali lipat topik di peringkat kedua.

Lima besar seluruhnya berkisar pada ibadah harian. Setelah shalat, berturut-turut ada shalat Jumat dan khutbah (2.520), zikir, doa, dan shalawat (2.366), wudhu, thaharah, dan najis (2.188), serta imam, makmum, dan shalat berjamaah (1.813).

Yang tidak kalah menarik adalah topik di peringkat ketujuh. Muamalah digital dan AI muncul dalam 1.555 pertanyaan, sedikit di atas nikah, talak, dan rujuk (1.543) serta muamalah, riba, dan bisnis (1.524). Warga rupanya tidak hanya bertanya soal ibadah, tetapi juga mencari pegangan untuk kehidupan digital yang mereka jalani setiap hari.

Di luar itu, sejumlah tema khas diskursus Tarjih tetap muncul. Rokok dan tembakau tercatat dalam 779 pertanyaan, qunut 717, kalender Hijriah dan penentuan hari raya 478, serta politik dan kebangsaan 467. Satu pertanyaan bisa masuk ke lebih dari satu topik, sehingga persentasenya tidak selalu berjumlah 100. Daftar lengkap 20 topik terpopuler bisa dilihat di halaman Topik Populer.

Hampir 8 Miliar Token dalam Dua Hari

Di balik layar, beban kerja sistem ikut melonjak. Pada 5 dan 6 November, ChatHPT memproses 7,94 miliar token. Token adalah satuan potongan kata yang dibaca dan ditulis oleh model AI.

Komposisinya memperlihatkan cara kerja ChatHPT. Token masukan mencapai 7,76 miliar, sedangkan token keluaran hanya 179 juta. Untuk setiap satu token jawaban, sistem membaca sekitar 43 token masukan, yang terdiri dari instruksi, riwayat percakapan, dan hasil penelusuran naskah Tarjih.

Perbandingan ini sesuai dengan rancangan ChatHPT. Jawaban tidak disusun dari ingatan model semata, melainkan dari naskah Himpunan Putusan Tarjih, Fatwa Tarjih, dan Tanya Jawab Agama yang lebih dulu ditelusuri dan dibaca.

Kebutuhan yang Selama Ini Menunggu

Antusiasme di hari pertama ini menunjukkan bahwa kebutuhan warga akan rujukan keagamaan yang mudah dijangkau sudah lama ada. Pertanyaan tentang rakaat, wudhu, atau qunut biasanya disampaikan kepada ustadz, pengurus ranting, atau dicari sendiri di internet. Kini warga bisa langsung menelusurinya dari khazanah resmi Majelis Tarjih.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas jawaban dan ketahanan sistem ketika jumlah pengguna terus bertambah. ChatHPT dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu untuk Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Perlu diingat, jawaban ChatHPT adalah alat bantu untuk memahami khazanah Tarjih, bukan fatwa atau putusan resmi. Untuk persoalan yang memerlukan kepastian hukum, warga tetap dianjurkan merujuk langsung pada naskah putusan dan berkonsultasi dengan Majelis Tarjih.