Sukakata.com - Sebanyak 280 anak mengikuti khitanan massal yang digelar PT Sukun Wartono Indonesia di Masjid Taqwa Beru Gondosari, Kabupaten Kudus, Minggu (30/8/2026). Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan serupa pada 2025 yang diikuti 240 anak.

Ketua Panitia Khitanan Massal PT Sukun Wartono Indonesia, Minanur Rohman mengatakan, pendaftaran dilakukan dalam tiga tahap, masing-masing untuk keluarga karyawan Sukun, masyarakat Kecamatan Gebog, dan masyarakat umum.

”Yang pertama itu dikhususkan untuk karyawan Sukun, yang mendaftar ada 37 anak. Kemudian untuk masyarakat Kecamatan Gebog sekitar 80 orang. Sisanya kami buka untuk umum,” kata Minan.

Menurutnya, pendaftaran untuk masyarakat umum mendapat respons tinggi. Kuota yang tersisa setelah dua tahap sebelumnya bahkan habis sekitar satu setengah jam setelah pendaftaran dibuka.

Peserta kegiatan Khitanan Massal PT Sukun Wartono Indonesia tidak hanya berasal dari Kudus. Sejumlah anak datang dari daerah sekitar seperti Jepara, Demak, Pati, Purwodadi hingga Semarang.

Ia menjelaskan, penambahan kuota dari 240 menjadi 280 anak dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.

”Pertimbangannya agar kuota bisa lebih banyak, sehingga banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari khitan massal ini,” ujarnya.

Pelaksanaan khitan massal dibagi menjadi tiga sesi, yakni 120 anak pada sesi pertama, dilanjutkan masing-masing 80 anak pada sesi berikutnya. Pembagian tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan peserta dan membuat pelayanan berjalan lebih teratur.

Dari sisi pelayanan medis, panitia melibatkan 43 tenaga medis. Tim tersebut terdiri atas tenaga anestesi, dokter operator, tenaga pendamping, tim kontrol pasca-anestesi, koordinator dokter hingga apoteker.

Minan menambahkan, kegiatan Khitanan Massal tersebut merupakan agenda rutin PT Sukun Wartono Indonesia yang digelar setiap bulan Maulid.

Selain menjadi bentuk kepedulian perusahaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi amal dan jariah yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas.

Sementara itu, dr Doni Wicaksono mengatakan, metode khitan yang digunakan tidak diseragamkan untuk seluruh peserta. Dokter akan menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing anak.

”Metode yang dilakukan ada yang menggunakan teknik laser, juga ada yang menggunakan lem. Metode-metode itu akan disesuaikan dengan kondisi anak tersebut, sehingga yang cocok dan terbaik itu yang dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, penyesuaian metode tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keamanan, dan kerapian. Peserta termuda dalam kegiatan kali ini berusia empat tahun lima bulan.

Salah satu orang tua peserta khitan massal, Angga, warga Dukuh Sudimoro, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, mengaku mengetahui informasi khitanan massal tersebut melalui media sosial Sukun.

Ia kemudian mendaftarkan putranya yang memang sudah ingin menjalani khitan.

Alhamdulillah membantu masyarakat di sekitar Gebog ini terutama, jadi bisa ikut meng-khitan kan putra saya. Sebagai charity-nya Sukun ke warga-warga sini. Mudah-mudahan tiap tahun ada terus,” katanya.

Angga juga menyampaikan terima kasih kepada PT Sukun Wartono Indonesia karena telah membantu masyarakat mendapatkan layanan khitan secara gratis.

”Terimakasih PT Sukun Wartono Indonesia sudah membantu kami mengkhitankan putra-putra kami, semoga menjadi berkah dan manfaat,” imbuhnya.

Ia berharap perusahaan terus berkembang dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Kudus di sekitar Kecamatan Gebog.