Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Disantara DPM Universitas Muria Kudus (UMK) sukses menggelar kegiatan Lokakarya pada Jumat (11/09/2026) di Balai Desa Wates, Kecamatan Undaan. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi ajang pemaparan hasil pengabdian serta inovasi pengembangan potensi lokal berbasis tanaman herbal.

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor 3 UMK, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Disnakerperinkop UKM, Babinsa, seluruh perangkat Desa Wates, serta anggota kelompok masyarakat SAHARA (Sentra Herbal, Sehat, dan Alami).

​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, hingga puncaknya yaitu kunjungan jajaran tamu undangan ke stand pameran produk inovasi tim PPK Ormawa Disantara DPM UMK.

​Di stand pameran, tim menampilkan berbagai produk olahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) unggulan, di antaranya:

1. ​Kunira: Sirup herbal berbahan dasar kunyit.

2. ​Kencara: Minuman sirup menyegarkan dari ekstrak kencur.

3. ​J-Candy: Permen manis dan hangat olahan jahe.

4. ​Teh Seruas: Minuman teh herbal inovatif berbahan dasar lengkuas.

5. ​Sabuya: Sabun perawatan kulit alami dari ekstrak lidah buaya.

6. ​Sabulawa: Sabun herbal berbasis temulawak.

​Selain produk olahan herbal, tim juga memamerkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) bernama KHUPAS ADJA. Alat ini dirancang khusus untuk mengupas bahan-bahan dasar TOGA dalam skala besar guna efisiensi serta percepatan proses produksi UMKM lokal.

​Para tamu undangan juga menyaksikan pameran luaran program berupa Buku Panduan Budidaya Tanaman TOGA, Buku Refleksi Ormawa, serta Buku Resep Produk yang telah mengantongi bukti Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tim turut menyediakan brosur pemasaran serta fasilitas tester agar para pengunjung dapat mencicipi dan merasakan langsung manfaat produk olahan herbal tersebut.

​Melalui lokakarya ini, diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat SAHARA Desa Wates terus terjalin erat demi mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.