KUDUS – Perguruan tinggi di Indonesia dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menjadi ruang lahirnya gagasan dan strategi menghadapi perubahan ekonomi global. Hal itu tergambar dalam forum yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (UMK) "The 3rd International Student Conference (INSEF) 2026", pada 11 November 2026 .
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Resilient Business Strategies for Sustainable Growth in Uncertain Times”. Forum ini diarahkan menjadi ruang bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi dalam merespons ketidakpastian bisnis sekaligus mencari strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.
INSEF 2026 berlangsung di Kudus dengan menghadirkan pembicara dari sejumlah institusi dalam dan luar negeri. Forum ini sebagai bagian dari upaya mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dari daerah.
Salah satu pembicara kunci adalah Pipiet Larasatie, Ph.D. dari Virginia Tech, Amerika Serikat. Memaparkan tentang daya saing sektor kehutanan, manajemen bisnis berkelanjutan, pengembangan industri, serta rantai nilai inovatif. Sebagai Assistant Professor dan Extension Specialist di bidang Sustainable Biomaterials.
INSEF 2026 juga menghadirkan Prof. Dr. M. Mamduh M. Hanafi, M.B.A. dari Universitas Gadjah Mada, Teresa Freitas Belo, B.Bus., M.M., Ph.D. dari Dili Institute of Technology, Timor-Leste, serta Assoc. Prof. Yurita Yakinim Abdul Talib dari Universiti Utara Malaysia. Isu dari forum ini tidak berhenti pada konteks bisnis lokal. Tetapi juga menyentuh persoalan yang semakin relevan bagi Indonesia, mulai dari rantai pasok berkelanjutan, ketahanan finansial, transformasi digital, inovasi, manajemen sumber daya manusia hingga strategi pemasaran.
Dari AI bagaimana bidang-bidang yang saling berkesinambungan dapat menjadikan sebuah kunci inovasi berkelanjutan. Sehingga pemanfaatan AI bisa terhubung dalam business, supply chain management, digital transformation and innovation, financial management, marketing strategy, human resources management, sustainable, serta studi interdisipliner dan metodologi.
Ini akan menjadi tantangan dunia bisnis saat ini tidak lagi dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi dan agenda keberlanjutan. Isu ini sejalan dengan perkembangan kajian yang muncul dalam penyelenggaraan INSEF sebelumnya. Saat INSEF 2025, misalnya, memuat penelitian mengenai kewirausahaan berbasis inovasi, AI dan pencapaian SDGs, IoT, green entrepreneurship, manajemen keuangan UMKM, hingga strategi bisnis berbasis media sosial.
Bahwa dalam pemanfaatan media sosial yang dikombinasikan dengan inovasi produk, kualitas layanan, dan keterlibatan karyawan untuk meningkatkan kinerja UMKM sektor makanan dan minuman di Kudus kala itu. Forum mahasiswa internasional akan berpotensi menjadi jembatan antara penelitian akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha, khususnya UMKM yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia.
Penyelenggaraan konferensi internasional oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMK juga memperlihatkan semakin terbukanya ruang bagi perguruan tinggi di daerah untuk membangun jejaring akademik global. UMK sendiri menempatkan daya saing global sebagai bagian dari arah pengembangan universitas.
INSEF 2026 di FEB UMK adalah sarana mempertemukan ide mahasiswa Indonesia dengan perspektif global, sekaligus mendorong hasil riset agar lebih dekat dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
INSEF 2026 memiliki relevansi lebih luas di tengah perubahan model bisnis akibat digitalisasi, kecerdasan artifisial, perubahan rantai pasok global, tuntutan keberlanjutan, serta kebutuhan meningkatkan daya saing sumber daya manusia.
Selain itu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sendiri dalam agenda pengembangan teknologi nasional telah menempatkan AI dan penguatan kapasitas teknologi sebagai bagian penting menuju kemandirian teknologi Indonesia.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana riset mahasiswa dan akademisi dapat diterjemahkan menjadi inovasi, rekomendasi kebijakan, maupun solusi bisnis yang benar-benar berdampak bagi Indonesia.