Sukakata.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Program STEM Nasional dengan mengusung tema "Berani Mencoba, Kreatif Mencipta". Peluncuran nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus pada Kamis (3/9/2026).

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 ini diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, didampingi Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani. Peluncuran ini secara langsung dihadiri Ditjen GTK Kemendikdasmen dan disaksikan oleh ribuan pendidik serta tenaga kependidikan yang hadir.

Tujuan Program Untuk Menjawab Tantangan Zaman

Penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi prioritas strategis pemerintah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendekatan STEM bukan sekadar penguasaan materi teoretis di dalam kelas, melainkan pembentukan pola pikir adaptif, kritis, dan solutif pada diri siswa. Melalui kolaborasi antara Kemendikdasmen dan PBG Kudus, program ini diharapkan dapat mengakselerasi transformasi pembelajaran agar lebih relevan dengan tantangan abad ke-21 serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam pidato pembukaannya, Abdul Mu'ti juga menyampaikan apresiasi mendalam serta menyapa jajaran pejabat, pakar pendidikan, dan mitra strategis yang hadir mendukung penguatan ekosistem pendidikan nasional.

Penerapan Prinsip STEM 5M

Salah satu poin krusial dalam peluncuran ini adalah perkenalan formulasi pendekatan STEM 5M. Sebuah program yang dirancang agar konsep pendidikan berbasis sains dan teknologi dapat dijangkau oleh seluruh jenjang sekolah di Indonesia, tanpa terkendala keterbatasan fasilitas maupun anggaran.

Dalam Prinsip STEM 5M tersebut berupaya untuk memberi ruang yang mudah untuk bisa dipahami sejak dini. Hal-hal tsb antara lain meliputi;

Dirjen GTK Nunuk Suryani menambahkan bahwa pendekatan 5M ini bertujuan untuk meruntuhkan stigma bahwa pembelajaran STEM itu rumit dan mahal. Dengan prinsip ini, para guru diharapkan mampu berinovasi menciptakan pembelajaran bernilai tinggi dari alat dan bahan yang mudah ditemukan di sekitar sekolah.
Dampak dan Langkah Strategis Pendidik.

Peluncuran Program STEM Nasional di Kudus menjadi tonggak penting bagi penguatan kapasitas guru di daerah. Melalui wadah seperti Pusat Belajar Guru (PBG). Para pendidik akan mendapatkan pelatihan berkelanjutan mengenai integrasi sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam kurikulum harian.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan numerasi, literasi sains, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills / HOTS) pada siswa sejak usia dini. Dengan dorongan semangat "Berani Mencoba, Kreatif Mencipta", generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta solusi atas berbagai tantangan di masa depan.