KUDUS – Fenomena pendaftaran inden di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus terus menjadi perhatian masyarakat. Hingga saat ini, antrean calon murid baru bahkan telah mencapai tahun 2032. Menariknya, bahkan ada orang tua yang mendaftarkan sejak di dalam kandungan.

Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal, menjelaskan bahwa sistem pendaftaran inden bukanlah strategi pemasaran, melainkan lahir dari pengalaman sederhana ketika sekolah berdiri pada tahun 2011. "Saat itu kami belajar dari pengalaman membeli sepeda motor yang harus inden. Dari situlah muncul gagasan untuk membuka pendaftaran inden di sekolah," ungkapnya. Menurut Jamaluddin, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat merupakan amanah yang harus dijaga dengan menghadirkan layanan pendidikan terbaik. "Alhamdulillah, sampai hari ini daftar inden sudah mencapai tahun 2032. Bahkan ada calon murid yang masih dalam kandungan sudah didaftarkan oleh orang tuanya," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tingginya minat masyarakat tidak dimaknai sebagai ajang kebanggaan atau euforia semata.

Sebaliknya, hal itu menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. "Kami berharap semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan ini bukan sekadar untuk pamer, tetapi menjadi pengingat agar kami terus amanah dalam mendidik generasi Birrul Walidain yang SEHATI, yaitu Santun, Empati, Humanis, Berprestasi, dan Tetap Membumi," tutupnya. Dengan komitmen tersebut, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga membentuk karakter Islami dan akhlak mulia sebagai bekal generasi masa depan.**