Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Surat Presiden (Surpres) berisi usulan nama-nama calon pejabat Bank Indonesia kepada pimpinan DPR RI. Dalam surat tersebut, Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS) diajukan sebagai satu-satunya kandidat untuk posisi Gubernur BI secara definitif.

Selain nama Destry, surat itu juga memuat usulan pengisi jabatan Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI, menyusul adanya rotasi di jajaran tersebut.

Penyerahan surat dilakukan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Penyerahan berlangsung di kompleks parlemen Senayan pada Senin (10/8/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media, Prasetyo mengungkapkan bahwa ada tiga Surpres yang diserahkan sekaligus. Pertama, terkait calon Gubernur BI definitif beserta pengganti untuk posisi Deputi Senior dan satu Deputi Gubernur — jumlahnya berkurang satu dari sebelumnya. Kedua, surat usulan Komisioner OJK. Ketiga, surat berisi daftar calon duta besar RI untuk sejumlah negara sahabat.

Saat didesak menyebutkan nama-nama calon Deputi Senior BI, Deputi BI, maupun Komisioner OJK, Prasetyo memilih tidak membeberkannya. Ia beralasan bahwa pengumuman nama-nama tersebut merupakan kewenangan pimpinan DPR, bukan dirinya.

"Nggak hafal aku satu-satu," ujarnya singkat.

Ia menambahkan bahwa untuk posisi Gubernur BI, publik memang sudah mengetahui sosoknya karena sudah menjabat. Namun untuk posisi-posisi lain, ia mempersilakan Puan Maharani dan pimpinan DPR lainnya yang menyampaikan ke publik.

Meski enggan merinci nama, Prasetyo memastikan satu hal: calon Deputi Senior Gubernur dan Deputi Gubernur BI berasal dari kalangan internal bank sentral itu sendiri.

"Internal ya internal," tegasnya.