Sukakata.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatatkan capaian positif dalam pembenahan mutu pendidikan nasional. Hasil evaluasi internasional Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang resmi dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Selasa (8/9/2026). Dan hasilnya menunjukkan peningkatan skor siswa Indonesia pada dua bidang utama, yakni Literasi Membaca dan Sains, jika dibandingkan dengan hasil siklus PISA 2022.

PISA 2025 diikuti oleh 760 ribu siswa berusia 15 tahun dari 91 negara peserta. Pelaksanaan tes menggunakan kombinasi Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) yang berlangsung pada periode April hingga Mei 2025.

Rincian Capaian Kinerja Kemendikdasmen pada PISA 2025

Berdasarkan data resmi OECD dan Kemendikdasmen, berikut perbandingan performa siswa Indonesia antara PISA 2022 dan PISA 2025:

Literasi Membaca (Meningkat +6 Poin).

Skor 2022: 359 poin (Peringkat 71 dari 81 negara | Kompetensi Minimum: 25,40%). Skor 2025: 365 poin (Peringkat 74 dari 90 negara | Kompetensi Minimum: 27,11%)

Analisis: Peningkatan skor ini diikuti dengan kenaikan proporsi siswa yang berhasil mencapai ambang batas kompetensi minimum membaca sebesar 1,71%.

Sains (Meningkat +6 Poin)

Skor 2022: 383 poin (Peringkat 67 dari 81 negara | Kompetensi Minimum: 34,10%). Skor 2025: 389 poin (Peringkat 73 dari 91 negara | Kompetensi Minimum: 36,81%)

Analisis: Kemampuan sains mengalami penguatan nyata, ditandai peningkatan 2,71% siswa yang memenuhi kompetensi minimum.

Matematika (Koreksi -2 Poin)

Skor 2022: 366 poin (Peringkat 70 dari 81 negara | Kompetensi Minimum: 18,40%). Skor 2025: 364 poin (Peringkat 78 dari 90 negara | Kompetensi Minimum: 16,93%)

Analisis: Terjadi penurunan tipis sebesar 2 poin yang menjadi catatan evaluasi mendalam bagi penguatan kemampuan penalaran matematika dasar.

Bukti Kebijakan dan Langkah Strategis Ke Depan

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa tren kenaikan skor ini menjadi bukti validasi bahwa intervensi kebijakan. Kemendikdasmen telah berada di jalur yang benar (on the right track), terutama pada program pengayaan kompetensi guru serta penguatan literasi dan numerasi kelas awal.

"Kebijakan yang kita gulirkan menunjukkan dampak nyata. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan kebijakan pendidikan yang diimplementasikan secara konsisten dan memberikan dampak langsung pada pengalaman belajar setiap anak di ruang kelas," tegas Toni dalam Peluncuran Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta.

Ia menambahkan, tolok ukur esensial dari transformasi pendidikan nasional bukan semata-mata mengejar pergeseran peringkat global yang dinamis, melainkan penguatan esensial pada fondasi berpikir siswa.

"Keberhasilan sejati kita bukan sekadar naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin terasahnya kemampuan murid-murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah kompleks, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat," pungkasnya.