Sukakata.com — Berawal dari keresahan melihat maraknya anak-anak yang lebih sering memegang gadget ketimbang membaca buku, sebuah gerakan literasi gratis resmi hadir di tengah masyarakat Jepara. Gagasan yang dirancang sejak pertengahan 2025 tersebut akhirnya berhasil diwujudkan dalam bentuk lapak baca gratis pertama pada 10 Mei 2026 di kawasan Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.

Inisiatif Teras Baca ini digerakkan langsung oleh sosok pemuda bernama Fahrizal Aminudin, atau yang akrab disapa Rizal. Di sela-sela kesibukannya menempuh pendidikan di UIN Sunan Kudus dan menjalankan usaha konveksi rumahan.

Rizal sebagai pemrakarsa serta mengelola Teras Baca sebagai wadah pengembangan diri dan kepedulian sosial. Setiap Minggu pagi, area GBK Jepara disulap menjadi ruang publik interaktif yang menyediakan lapak baca gratis serta kegiatan mewarnai untuk anak-anak.

"Sebenarnya ide pergerakan Teras Baca ini muncul sudah satu tahun yang lalu, berawal dari keresahan melihat anak-anak yang lebih sering pegang gadget daripada buku. Dan berhasil kami wujudkan dengan lapak pertama kami di tanggal 10 Mei 2026. Kami berharap ruang-ruang semacam ini yang bisa diakses oleh masyarakat semakin banyak, agar literasi di Bumi Kartini tetap hidup," ujar Fahrizal Aminudin (Rizal), penggerak sekaligus pemilik Teras Baca, saat ditemui di area GBK Jepara.

Tidak hanya fokus pada lapak baca mingguan, gerakan literasi di Jepara ini juga konsisten menggelar workshop gratis bagi pemuda lokal, serta aksi sosial berupa kunjungan berkala ke panti asuhan. Koleksi buku yang disediakan mayoritas berasal dari koleksi pribadi Rizal, rekan-rekan Teras Baca, serta hasil donasi pengunjung yang mendukung gerakan tersebut.

Rizal menegaskan bahwa pergerakan ini dijalankan secara kolektif bersama tim relawan lokal, di antaranya Mas Vendy, Robin, Riyan, Azka, Ivan, Abyan, serta masih banyak lagi. Bermarkas di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Teras Baca berkomitmen untuk terus merawat minat baca masyarakat secara berkelanjutan.

Respon pengunjung dan warga sekitar terhadap keberadaan lapak baca gratis GBK Jepara ini tergolong sangat positif. Dukungan apresiatif salah satunya datang dari seorang guru sekolah menengah atas (SMA) di Jepara yang menyempatkan hadir di lokasi lapak.

"Terima kasih mas sudah menyediakan tempat baca gratis untuk banyak orang, kita senang di Jepara orang-orang sudah mulai suka membaca," ungkap pengajar salah satu SMA di Jepara tersebut.

Mengenai pentingnya gerakan literasi masif di tingkat daerah, Rizal menekankan bahwa literasi merupakan kunci utama dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Jepara.

IMG-20260904-WA0017.jpg

"Terkait dengan pentingnya literasi, khususnya bagi warga Jepara, mari kita jadikan membaca sebagai budaya dan kebutuhan sehari-hari. Sebab literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan jendela utama untuk membuka wawasan, mengasah daya kritis, serta meningkatkan taraf hidup dan kemajuan daerah kita. Melalui gerakan literasi yang masif hingga ke pelosok desa, seperti inisiatif lapak baca gratis ini, kita harapkan lahir generasi muda Jepara yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing global tanpa melupakan akar budaya lokal," pungkas Rizal.

Melalui sinergi kegiatan literasi, pemberdayaan pemuda, dan aksi sosial, sosok Fahrizal Aminudin bersama Teras Baca membuktikan bahwa ruang kreatif inklusif dapat tumbuh dari kepedulian anak muda dalam membangun daerahnya di sela-sela kesibukan akademis dan berwirausaha.