KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mewisuda 697 mahasiswa program diploma, sarjana, dan profesi dalam prosesi Wisuda ke-32 dan Sumpah Profesi di Crystal Building UMKU, Kamis (29/10/2026).

Wisuda ini menjadi penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu dan kompetensi di tengah masyarakat.
Prosesi berlangsung khidmat dengan dihadiri orang tua dan wali wisudawan. Sejumlah tamu undangan turut hadir, di antaranya Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus.

Hadir pula perwakilan organisasi profesi, antara lain Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

Sebanyak 697 lulusan tersebut berasal dari 19 program studi, mencakup bidang kesehatan, teknologi, ekonomi, hukum, dan pendidikan. Program studi itu meliputi Keperawatan, Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis, Administrasi Rumah Sakit, Gizi, Farmasi, Teknik Industri, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Matematika, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Bisnis Digital, Hukum, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, serta Pendidikan Profesi Ners dan Pendidikan Profesi Bidan.

Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes., menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan. Ia menegaskan, keberhasilan menyelesaikan studi merupakan hasil ketekunan mahasiswa yang tidak terlepas dari doa dan pengorbanan keluarga.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini merupakan buah ketekunan Saudara dalam menempuh pendidikan, sekaligus hasil doa dan pengorbanan keluarga yang menyertai setiap tahap perjalanan itu,” ujarnya.

Edy berharap para lulusan mampu menjadi tenaga profesional yang memiliki kompetensi unggul, berakhlak baik, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Ia menjelaskan, UMKU membekali mahasiswa dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, penguatan spiritualitas, serta kemampuan mengembangkan karier dan kewirausahaan.

“Setiap lulusan UMKU, selain dibekali spiritualitas, juga dibekali tentang karier. Di UMKU juga ada mata kuliah entrepreneurship, di mana setiap lulusan tidak hanya profesional di bidang keilmuannya, tetapi juga bisa di bidang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Edy juga mengingatkan para lulusan untuk membawa semangat Go Better, yang menjadi tagline UMKU, ke dalam kehidupan setelah wisuda.
Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui keseimbangan spiritualitas, kemampuan akademik, dan pengembangan karier. Ketiganya menjadi bekal untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Pesan serupa disampaikan Ketua Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Sutrisno, M.Ag. Ia mengapresiasi sinergi sivitas akademika UMKU, Pemerintah Kabupaten Kudus, dan orang tua mahasiswa dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Sutrisno mendorong para lulusan segera menentukan langkah berikutnya, baik melanjutkan studi, bekerja, maupun mengembangkan usaha. Apa pun pilihan yang diambil, ia berpesan agar para alumni menjalaninya dengan semangat untuk terus menjadi lebih baik.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi perkembangan UMKU yang dinilainya semakin baik, baik dari sisi prestasi maupun kemajuan kampus. Ia berharap para lulusan mampu menjadi talenta muda yang berkontribusi dalam pembangunan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Selamat kepada wisudawan-wisudawati dan profesi yang telah percaya pada UMKU selama ini. Saudara semua merupakan talenta muda, sarjana baru yang nantinya akan mengisi perjuangan pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Sam’ani.

Kebanggaan atas kelulusan juga dirasakan para lulusan terbaik. Yuliana Aulia Arifany, lulusan terbaik S1 Administrasi Rumah Sakit, mengaku semakin tertarik pada bidang manajemen rumah sakit setelah menjalani perkuliahan di UMKU.

Sementara itu, Natasya Ramadhini, lulusan terbaik S1 Keperawatan, menyebut dukungan dosen dan teman-teman membantunya menyelesaikan skripsi. Setelah lulus, ia langsung melanjutkan pendidikan profesi Ners di UMKU.

Wisuda ke-32 ini sekaligus menegaskan peran UMKU dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kualifikasi akademik, tetapi juga kompetensi profesional dan karakter untuk menghadapi tantangan dunia kerja serta kebutuhan masyarakat.

Editor : Tunjung EW