JAKARTA — Program pendidikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan tanggapan beragam dari responden. Berdasarkan infografik Pusat Studi Kebijakan Pendidikan (PSKP), perbaikan sekolah melalui revitalisasi dan digitalisasi pendidikan termasuk dalam lima program prioritas pemerintah yang paling banyak disebut manfaatnya oleh responden.
Program perbaikan sekolah melalui revitalisasi memperoleh 520 responden, sedangkan digitalisasi pendidikan tercatat sebanyak 425 responden. Data tersebut menunjukkan bahwa kedua program pendidikan itu masuk dalam daftar program yang manfaatnya paling dirasakan berdasarkan tanggapan responden dalam publikasi tersebut.
Di sisi lain, program SMA Unggul Garuda tercatat sebanyak 143 responden dalam daftar lima program prioritas yang paling sedikit dirasakan manfaatnya. Angka tersebut menempatkan program ini pada posisi tertinggi dalam kelompok lima program tersebut, diikuti Cetak Sawah Baru sebanyak 127 responden.
Infografik bertajuk Program Prioritas Prabowo-Gibran dan Manfaatnya itu juga mencantumkan program Universitas Republik Indonesia dengan 101 responden, kenaikan gaji hakim sebanyak 92 responden, serta komponen cadangan TNI sebanyak 81 responden.
Bagi sektor pendidikan, data tersebut memberikan gambaran bahwa revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan lebih banyak disebut responden sebagai program yang dirasakan manfaatnya dibandingkan SMA Unggul Garuda dalam perbandingan yang ditampilkan.
Meski demikian, jumlah responden dalam infografik tidak dapat langsung diartikan sebagai persentase kepuasan publik atau ukuran keberhasilan program. Untuk menarik kesimpulan lebih jauh, diperlukan informasi mengenai jumlah total responden, metode survei, waktu pengumpulan data, serta karakteristik responden.
Data ini dapat menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Kemendikdasmen untuk memperkuat pelaksanaan dan sosialisasi program pendidikan agar manfaatnya semakin dikenal dan dirasakan masyarakat.
Editor : Tunjung EW