KUDUS – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kudus membuka Baitul Arqam Dasar (BAD) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ideologi, kaderisasi, dan kapasitas kepemimpinan generasi muda Muhammadiyah.
Kegiatan yang berlangsung di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Sabtu (12/6), tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Ideologi, Membina Kaderisasi, Menggerakkan Organisasi.” Peserta BAD 2026 merupakan delegasi dari Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus.
Ketua Panitia BAD 2026, Muhammad Noor Arif, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi Pemuda Muhammadiyah. Ia menilai penguatan kader tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara unsur pimpinan, amal usaha Muhammadiyah, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.
“Alhamdulillah, kegiatan Baitul Arqam Dasar ini tidak lepas dari kontribusi dan sinergi dengan amal usaha Muhammadiyah. Di antaranya dengan Lazismu, Muriamu.id, Kudusmu.id, UMKU dsb. Kami mengapresiasi dukungan tersebut karena sangat membantu proses pengkaderan,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Tengah, Abdul Ghafar Ismail, SE., MM., menekankan bahwa kaderisasi merupakan investasi penting bagi keberlanjutan Persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah perlu mempersiapkan kader yang tidak hanya memiliki pemahaman ideologi yang kuat, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan perubahan di tengah masyarakat.
Dukungan amal usaha Muhammadiyah, termasuk Lazismu, kata dia, menjadi bagian dari sinergi untuk memperkuat proses tersebut.
“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan moral sekaligus kekuatan intelektual yang mampu memandu arah perubahan,” tegas Abdul Ghafar.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus, H. Noor Muslikhan, S.Sos., membuka secara resmi BAD 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Baitul Arqam memiliki posisi strategis dalam membentuk kader Muhammadiyah.
Sebagai kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai ideologis Persyarikatan, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan komitmen pengabdian. Ia berharap peserta mampu menjadikan BAD sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus kepemimpinan Muhammadiyah.
“Angkatan muda kita nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan di Persyarikatan, khususnya di Pimpinan Daerah,” ungkapnya.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, BAD 2026 menghadirkan sejumlah narasumber. Mereka antara lain Aminnudin Abdul Jabbar, S.Sos., Ketua PDPM Kudus; Roy Alviantoro, S.Kep., Ners, MM., Sekretaris PWPM Jawa Tengah dan Affan Wazzar Ahmad, Sekretaris PDPM Kudus.
Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat pemahaman ideologi, wawasan organisasi, serta kapasitas kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Kegiatan BAD 2026 berlangsung khidmat dengan diikuti peserta dari berbagai unsur Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus.
Melalui kegiatan tersebut, PDPM Kabupaten Kudus menargetkan lahirnya kader muda yang memiliki fondasi ideologi yang kuat, berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menggerakkan organisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi Persyarikatan, umat, dan bangsa.