KUDUS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Kudus. Ishana Syafira Senja, siswi SD 'Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus (SDA Mulida), berhasil meraih medali emas dalam ajang *National Agriculture, Strategic Studies and Innovation Science Competition* (NASISC) 2026 yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 di SMA Taruna Nusantara Kampus Malang.
Dalam kompetisi yang diikuti 89 tim dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Ishana mempresentasikan karya inovatif berjudul “SMART BIN: Pengembangan Tempat Sampah Pintar dengan Sensor Jarak dan Suara untuk Meningkatkan Minat Anak Membuang Sampah di Sekolah Dasar.” Karya ini mengangkat persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa, yakni membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya melalui pendekatan teknologi yang menarik dan interaktif.
Smart Bin dirancang dengan memanfaatkan sensor jarak dan suara untuk menciptakan pengalaman membuang sampah yang lebih menyenangkan bagi anak-anak. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap kebersihan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Lebih dari sekadar pemanfaatan teknologi, gagasan Ishana menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Dengan kreativitas dan pendekatan yang sesuai dengan karakter anak, perilaku peduli lingkungan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Ajang Ilmiah untuk Mengembangkan Inovator Muda
NASISC merupakan kompetisi ilmiah yang memberikan ruang bagi pelajar dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi untuk mempresentasikan karya penelitian, gagasan, dan inovasi. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang.
Melalui kompetisi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan penelitian, kreativitas, berpikir kritis, serta keterampilan mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri. Peserta juga berkesempatan bertukar pengalaman dengan pelajar dari berbagai daerah.
IYSA sendiri merupakan organisasi yang bergerak dalam pengembangan potensi, bakat, dan kreativitas pelajar Indonesia melalui kegiatan ilmiah dan kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Organisasi ini berupaya membuka ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan inovasi, mengembangkan kemampuan riset, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih luas.
Keikutsertaan Ishana dalam NASISC 2026 menjadi pengalaman berharga untuk mengenal dunia penelitian sejak usia sekolah dasar. Raihan medali emas sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak memiliki potensi untuk menyampaikan gagasan dan menawarkan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar.
Kepercayaan Diri Tumbuh Bersama Proses Belajar
Kebanggaan atas prestasi Ishana juga dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekolah. Kepala SDA Mulida, Hilfa Millati Azka, mengapresiasi semangat belajar dan keberanian Ishana mengikuti kompetisi ilmiah yang menantang bagi siswa sekolah dasar.
“Kami sangat bangga Ishana ikut serta dalam kompetisi NASISC ini. Sebuah kompetisi yang tidak biasa bagi anak SD, tetapi Ishana membuktikan bahwa dengan semangat belajar dan pantang menyerah, Ishana mampu membuktikannya dengan medali emas yang diperoleh,” ungkapnya.
Orang tua Ishana juga menyampaikan bahwa perkembangan putrinya tidak hanya terlihat dari prestasi akademik, tetapi juga dari kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. Sejak bersekolah di SDA Mulida, Ishana dinilai semakin berani mengungkapkan pendapat, menjelaskan pemikirannya, dan menyampaikan ide kepada orang lain.
“Kami melihat perubahan yang sangat positif pada Ishana sejak bersekolah di SDA Mulida. Ia semakin percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik, termasuk ketika menyampaikan ide atau menjelaskan sesuatu yang dipikirkannya. Kami bersyukur karena sekolah memberikan ruang bagi anak untuk berkembang, berani mencoba, dan menunjukkan potensinya,” tutur orang tua Ishana.
Sementara itu, Ishana mengungkapkan rasa syukur atas medali emas yang diraihnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses belajarnya.
“Saya berterima kasih kepada dewan juri yang telah menilai karya saya, kepada Ayah dan Ibu yang selalu mendukung saya, serta kepada ustazah yang telah membimbing dan mengajari saya. Alhamdulillah, saya senang bisa mendapatkan medali emas. Semoga saya bisa terus belajar, membuat inovasi baru, dan meraih prestasi lagi,” ujar Ishana.
Prestasi yang Menginspirasi
Bagi SDA Mulida, keberhasilan siswa bukan semata-mata diukur melalui medali dan penghargaan, melainkan juga melalui proses pembentukan karakter, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Prestasi Ishana diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mencoba hal baru, mengembangkan gagasan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Melalui inovasi Smart Bin, Ishana membawa pesan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana. Dengan dukungan keluarga, pendidik, dan lingkungan belajar yang positif, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, berkarakter, serta mampu menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Editor : Tunjung EW