KUDUS – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Kudus menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) ke-XIII pada Sabtu (24/10/2026) di SMA Muhammadiyah Kudus. Kegiatan ini menjadi momentum permusyawaratan kader untuk memperkuat nilai ideologi, merumuskan gagasan transformatif, serta menentukan arah kepemimpinan IMM Kudus ke depan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, DPD IMM Jawa Tengah, serta berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, di antaranya Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Hizbul Wathan (HW), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), dan Pemuda Muhammadiyah.

Perwakilan PDM Kudus, Dr. Moh. In’ami, M.Ag., turut hadir memberikan dukungan terhadap proses permusyawaratan kader mahasiswa tersebut. Sementara itu, DPD IMM Jawa Tengah diwakili Muhammad Yunus. Rangkaian acara diawali dengan tilawah dan doa yang dipimpin Ali Taftazani, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu yang dipandu dirigen Intan Anisa, serta sambutan dari sejumlah perwakilan.

Ketua Panitia, Muhammad Naufal Ramadhan, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dan norma organisasi selama proses permusyawaratan berlangsung. Ia mengingatkan seluruh peserta agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dan Trilogi IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Musycab bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan juga ruang pembelajaran demokrasi organisasi, pertukaran gagasan, dan penguatan komitmen kader terhadap tujuan IMM.

Ketua Umum PC IMM Kudus, Fajri Muhammad Adzim, berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua umum dapat menjaga kebersamaan dan menjadikan IMM sebagai rumah bersama bagi seluruh kader. Menurutnya, kepemimpinan yang lahir dari proses permusyawaratan diharapkan mampu merangkul berbagai elemen kader, memperkuat solidaritas, dan melanjutkan gerakan organisasi secara kolektif.

Perwakilan DPD IMM Jawa Tengah, Muhammad Yunus, turut menekankan pentingnya penguatan Trilogi IMM sebagai landasan gerakan kader. Ia mendorong peserta Musycab untuk menghadirkan gagasan transformatif yang dapat menjadi bekal bagi masa depan organisasi.
Selain penguatan ide dan pemikiran, solidaritas antarkader juga menjadi perhatian penting. Kader IMM diharapkan mampu menjaga persatuan sekaligus mengembangkan kreativitas dan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, perwakilan PDM Kudus, Dr. Moh. In’ami, M.Ag., mengingatkan bahwa dunia mahasiswa merupakan ruang untuk berpikir kritis dan mengembangkan intelektualitas.

“Dunia mahasiswa adalah dunia berpikir. Maka, gunakanlah Trilogi dasar IMM dalam pertempuran apa pun, seperti pada Musycab hari ini. Tetap semangat, patah satu tumbuh seribu,” pesannya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjadikan religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai pijakan dalam menghadapi dinamika organisasi maupun persoalan masyarakat. Melalui Musyawarah Cabang ke-XIII ini, PC IMM Kudus diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah, gagasan yang progresif, serta gerakan kader yang semakin solid.

Muscab juga menjadi kesempatan bagi kader untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun IMM Kudus yang berkemajuan dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, serta persyarikatan.

Kontributor : Anindita Rizki Ardianti (PC IMM Kudus)

Editor : Tunjung EW