JEPARA – Kontingen Madin Al Ishlah Muhammadiyah Dorang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) VII Tapak Suci PIMDA Jepara. Turnamen tersebut berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Gedung Dakwah Umar Hasyim, Blimbingrejo, Jepara.
Keikutsertaan terasa istimewa untuk Madin Al Ishlah Muhammadiyah Dorang. Pertama kalinya mengikuti turnamen ini, Madin Al Islah mengirimkan para santrinya untuk mengikuti kejuaraan Tapak Suci tingkat daerah.
Meski tergolong pemula, para santri mampu menunjukkan semangat juang, keberanian, dan kemampuan terbaiknya. Hasilnya, mereka berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara dari berbagai kelas pertandingan. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Madin Al Ishlah Muhammadiyah Dorang.
Santri yang berhasil meraih juara adalah Ilham Aga Al Farisi, Juara I Kelas A Mini Putra; Jonathan Abid Prananjaya, Juara II Kelas E Putra; Hafizh Irhab Prasada, Juara II Kelas A Putra; Arshad Tsaqif Agung Putra, Juara III Kelas J Putra; Rifqi Sotiawan, Juara III Kelas H Putra; dan Haedar Sayidul Fath Firdaus, Juara III Kelas E Putra.
Sementara itu, dari kategori putri, Zaenuba Nisfa Syaumi meraih Juara I Kelas A Putri, Aulia Izza Tuninsa, Juara I Kelas B Putri, Selvia Ayu Ramadhani, Juara I Kelas G Putri, serta Aqila Putri Rizqiana, Juara I Kelas J Putri.
Ustaz Taufiq NN selaku pelatih Tapak Suci Madin Al Ishlah Muhammadiyah Dorang mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para santri. Menurutnya, prestasi ini bukan semata-mata tentang menang atau kalah, melainkan juga tentang keberanian menghadapi rasa takut, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan.
Kepala Madin Al Ishlah Muhammadiyah Dorang, KH. Drs. Badrudin Noor, juga menyambut gembira prestasi tersebut. Ia berharap para santri tidak hanya mahir dalam seni bela diri, tetapi juga semakin tekun mengaji dan memiliki akhlak yang mulia.
Dalam pembinaan Tapak Suci, Ustaz Taufiq didampingi asisten pelatih Zaedan Nashir Firdaus dan Ustazah R. E. Lestari. Latihan rutin dilaksanakan setiap Ahad sore di Gedung Dakwah Muhammadiyah Dorang dengan melibatkan para santri.
Semangat mereka terangkum dalam jargon Tapak Suci, “Dengan Iman dan Akhlak menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak menjadi lemah.” Prestasi perdana ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus berkembang, berprestasi, dan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berilmu, serta berakhlak mulia.
Kontributor : Taufiq NN
Editor : Tunjung EW