KUDUS – Kreativitas siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus kembali membuahkan prestasi. Melalui karya LIFIBOT (Literasi Fisik Interaktif Robot), tiga siswa sekolah tersebut meraih Juara 1 Creative Robot dalam Festival Berpikir Komputasional 2026 yang digelar Bakti Pendidikan Djarum Foundation di GOR Badminton Djarum, Jati, Kudus, Minggu (20/9/2026).

Tidak hanya LIFIBOT, siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain juga meraih sejumlah juara pada cabang perlombaan lain. Hingga mengantarkan sekolah tersebut memperoleh predikat Gold Participant dalam festival tersebut.

Festival Berpikir Komputasional 2026 diikuti 22 SD/MI mitra Djarum Pendidikan yang terbagi dalam Batch 1 dan Batch 2. Perlombaan dibagi menjadi dua kategori, yakni plugged dan unplugged, dengan total 11 cabang perlombaan.

Sebagai salah satu sekolah binaan Djarum Foundation, SD Muhammadiyah Birrul Walidain mengikuti festival tersebut untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, pemecahan masalah, serta keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi.

LIFIBOT, Robot untuk Literasi Fisik

Persiapan menghadapi lomba, SD Muhammadiyah Birrul Walidain berkolaborasi dengan Rumah Koding dengan pendampingan Ridwan Samsu dan Marhendhra Lucyana. Selama sekitar dua bulan, siswa mendapatkan pendampingan mulai dari menggali ide, menyusun konsep, mengembangkan karya. Hingga dapat mempersiapkan presentasi dan melahirkan LIFIBOT.

Sebuah inovasi yang memadukan teknologi dengan aktivitas literasi fisik secara interaktif dan edukatif. LIFIBOT dikembangkan oleh tiga siswa, yakni Akmal Hidayatulla Alfarizi, Mohammad Afham Satriyosa, dan Muhammad Axel Aydin Khalfani. Karya tersebut kemudian berhasil menjadi Juara 1 Creative Robot dan mendapat apresiasi dari Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., selaku Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen RI.

SD Muhammadiyah Birrul Walidain memborong sejumlah juara, antara lain :

Rangkaian prestasi tersebut mengantarkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain meraih predikat Gold Participant pada Festival Berpikir Komputasional 2026.

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah dari doa, dukungan, dan kolaborasi tim KOMPAK, para guru, anak-anak hebat, serta orang tua. Namun, ini bukan berarti akhir dari sebuah dedikasi, melainkan justru menjadi awal dari perjuangan agar program ini dapat terus berjalan dan berkelanjutan,” kata Jamaluddin.

“Program ini sejalan dengan salah satu program unggulan sekolah sebagai bekal bagi generasi Birrul Walidain yang SEHATI (Santun, Empati, Humanis, dan Tetap Membumi), serta berdaya saing global,” ujarnya.

Bagi sekolah, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan yang dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi.