KUDUS — Menyiapkan Generasi Emas 2045 bukan sekadar tentang meraih prestasi akademik, melainkan juga tentang membangun keterampilan teknologi, memperluas wawasan dunia, dan menanamkan karakter yang kuat. Semangat inilah yang diwujudkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus melalui pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta program unggulan International Academic Program (IAP).

Pada 18–22 Oktober 2026, sebanyak 13 murid perwakilan kelas V dan VI SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus mengikuti kegiatan pembelajaran internasional di Singapura dan Malaysia. Program ini memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar langsung dari lingkungan global sekaligus mengenal perkembangan teknologi, budaya, serta kedisiplinan di negara lain.

Di era digital yang terus berkembang, penguasaan teknologi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, mendorong pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi Indonesia agar mampu menghadapi tantangan zaman dan perkembangan teknologi global.

Sejalan dengan semangat tersebut, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus tidak hanya membekali murid dengan pembelajaran teknologi di sekolah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar lintas negara melalui IAP. Singapura dan Malaysia menjadi tujuan pembelajaran internasional yang telah dijalankan sekolah, sementara negara-negara lain diharapkan dapat menyusul pada kesempatan mendatang.

Selama kegiatan berlangsung, murid berkesempatan menjalin relasi dengan murid di negara tujuan, mengenal penerapan teknologi modern di lingkungan bandar udara, memahami proses keimigrasian, serta mengamati budaya tertib dan disiplin. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan sekaligus melatih kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan pola pikir komputasional murid.

Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Jamaluddin Kamal, menjelaskan bahwa program IAP telah dirintis sejak 2017. Pelaksanaannya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kembali dilaksanakan pada 2024.

Menurut Jamaluddin, program ini merupakan ikhtiar sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna bagi murid. Belajar di luar negeri bukan semata-mata tentang mengunjungi negara lain, melainkan juga tentang membuka cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

“Harapan kami, melalui program ini, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, mandiri, dan berwawasan global. Namun, seluas apa pun wawasan yang mereka miliki, karakter dan nilai-nilai kebaikan harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan,” ungkap Jamaluddin Kamal.

Ia menegaskan bahwa penguatan wawasan global harus berjalan beriringan dengan pendidikan karakter. Karena itu, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus terus menanamkan nilai SEHATI, yaitu Santun, Humanis, Berprestasi, dan Tetap Membumi, sebagai bagian dari identitas dan budaya sekolah.

Melalui perpaduan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, pengalaman akademik internasional, serta penguatan karakter, SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus berupaya menyiapkan murid agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menyongsong Generasi Emas 2045: generasi yang tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, berkarakter, serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa di mana pun mereka berada.

Kontributor : J. Kamal

Editor : Tunjung EW