PAMOTAN — Momentum Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) seringkali diisi dengan berbagai kemeriahan seremonial. Namun, di balik itu semua, ada satu tradisi harian yang terus dijaga dan dirawat dengan penuh keistiqomahan oleh civitas akademika SMP Islam Pamotan, Kabupaten Rembang.
Sebelum memulai jam pelajaran efektif setiap harinya, seluruh siswa secara rutin melaksanakan ibadah Sholat Dhuha berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan "Ngaji Morning" atau tadarus Al-Qur'an. Pembiasaan ini konsisten dilaksanakan baik di momen hari besar Islam maupun pada hari-hari sekolah biasa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak para siswa duduk bersila dengan rapi melingkar di lantai kelas, mengenakan busana khas santri berpeci hitam dan berhijab putih serta bawahan sarung batik. Dengan khusyuk, mereka melantunkan ayat suci Al-Qur'an bersama-sama.
Kepala SMP Islam Pamotan, Ustadz Ahmad Wildan, mengungkapkan bahwa rangkaian ibadah pagi tersebut bukanlah agenda musiman yang hanya ada saat Hari Santri saja. Hal ini sejalan dengan spirit sekolah yang mengusung branding "Sekolah Sak Ngajine".
"Melalui program 'Sekolah Sak Ngajine', diawali dengan Sholat Dhuha dan 'Ngaji Morning' yang istiqomah setiap pagi, kami ingin menanamkan kedekatan emosional dan spiritual siswa kepada Allah SWT serta Al-Qur'an. Nilai ke-santrian harus hidup menyatu dalam keseharian anak-anak kita," ujar Ustadz Wildan.
Menurutnya, esensi dari Hari Santri adalah bagaimana nilai-nilai keislaman, keikhlasan, dan disiplin beribadah tetap mengakar kuat dalam aktivitas belajar-mengajar sehari-hari di sekolah.
Dengan konsistensi pembiasaan positif seperti ini, SMP Islam Pamotan berkomitmen untuk terus mencetak generasi Qur'ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi akhlak dan spiritual yang kokoh.
Editor : Tunjung EW