KUDUS – Lomba biasanya identik dengan persaingan untuk menjadi yang terbaik. Namun, kegiatan yang digelar PKK Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kali ini punya tujuan yang lebih jauh dari sekadar mencari pemenang.

PKK Garung Lor menggelar lomba tertib administrasi untuk mendorong kelompok PKK di tingkat RT lebih disiplin dalam mengelola pembukuan sekaligus memiliki data warga yang tertata.

Administrasi yang diperiksa bukan sekadar kelengkapan dokumen. Mulai dari daftar anggota yang disesuaikan dengan identitas KTP, daftar hadir pertemuan PKK, buku notulen, program kerja, hingga data Dasa Wisma (Dawis) menjadi bagian yang diperhatikan.

Data Dawis bahkan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Setiap kelompok PKK diminta mengisi data sesuai tabel yang telah dibagikan sejak 2025.

Pendataan itu dilakukan untuk mengetahui perkembangan anggota di masing-masing RT. Data juga diharapkan terus diperbarui setiap tahun sehingga kondisi warga dapat diketahui secara lebih akurat dan tidak berhenti sebagai catatan administratif semata.

Bagi kelompok PKK, data yang tertata dapat menjadi dasar untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing. Dari data tersebut, program yang dibuat diharapkan tidak sekadar mengikuti rutinitas, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi keluarga dan warga.

Pelaksanaan lomba pun berlangsung meriah. Partisipasi tidak hanya datang dari pengurus PKK, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat di lingkungan Desa Garung Lor.

Antusiasme pengurus kelompok PKK tingkat RT terlihat ketika mendapatkan pengarahan secara langsung dari Ketua TP PKK Desa Garung Lor.

“Dari refleksi kegiatan tertib administrasi, pengurus kelompok PKK RT cukup antusias dengan pengarahan langsung dari Ketua TP PKK Desa Garung Lor,” ujarnya.

Tak Ingin PKK Hanya Berkutat pada Pertemuan Rutin

Lebih dari sekadar merapikan buku administrasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kelompok PKK tingkat RT agar lebih aktif menyusun program kerja sendiri.

PKK di tingkat RT diharapkan tidak hanya berkegiatan ketika ada agenda pertemuan rutin. Setiap kelompok didorong mampu melihat persoalan yang ada di lingkungan masing-masing, kemudian menerjemahkannya menjadi program yang bisa dilakukan bersama.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan membuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan rumah tangga.

Dengan cara itu, PKK tidak hanya hadir sebagai organisasi yang mengurus administrasi dan kegiatan seremonial. Perannya diharapkan semakin terasa dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Data Warga Jadi Dasar Menentukan Program

Tertib administrasi dan pembaruan data Dawis menjadi penting karena setiap lingkungan memiliki persoalan yang berbeda.

Kondisi keluarga, jumlah anggota, kebutuhan warga hingga perkembangan masyarakat di masing-masing RT dapat menjadi bahan pertimbangan ketika menyusun program.

Karena itu, lomba tertib administrasi yang digelar PKK Garung Lor pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang memiliki pembukuan paling lengkap.

Ada tujuan yang lebih besar, yakni membangun kebiasaan tertib mencatat, memperbarui data, menyusun program dan kemudian menjalankannya sesuai kebutuhan warga.

Dari tingkat RT inilah program pemberdayaan keluarga diharapkan dapat dimulai secara lebih terarah.

PKK Garung Lor pun berharap semangat yang muncul melalui lomba tersebut tidak berhenti setelah penilaian selesai. Tertib administrasi, pembaruan data Dawis dan penyusunan program kerja diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan setiap tahun.

Dengan demikian, lomba bukan menjadi akhir, melainkan menjadi momentum untuk membuat gerakan PKK di tingkat RT semakin aktif, terukur dan dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.