KUDUS – Pengalaman baru dirasakan guru pendamping dan siswa-siswi SLB Negeri Cendono Kudus saat mengikuti pelatihan ecoprint di Jatisemi Ecoprint Kudus. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal sekaligus mempraktikkan secara langsung proses pembuatan karya ecoprint.
Sebanyak 10 peserta, yang terdiri atas guru pendamping dan siswa-siswi SLB Negeri Cendono Kudus, mengikuti pelatihan yang berlangsung di ruang Workshop Jatisemi Ecoprint Kudus. Pelatihan tersebut menghadirkan Imah Noor Khamimah, Founder Jatisemi Ecoprint, sebagai pemateri. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai ecoprint sekaligus pengalaman mengikuti proses pembuatannya secara langsung.
Bagi peserta, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan. Pertemuan dengan dunia ecoprint menjadi pengalaman pembelajaran yang memberikan pengetahuan baru, terutama bagi peserta yang sebelumnya belum mengenal proses pembuatan ecoprint.
Dari Tidak Tahu Menjadi Paham
Suasana belajar menjadi semakin menarik karena peserta tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori. Mereka juga diajak mengenal proses ecoprint secara langsung. Sehingga dapat memahami bagaimana sebuah karya dibuat melalui tahapan yang perlu dilakukan dengan teliti.
Pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri bagi guru pendamping maupun siswa. Mereka yang sebelumnya belum mengetahui bagaimana proses membuat ecoprint, akhirnya mendapatkan gambaran dan pengalaman secara langsung. Lasih Wijiarti, S.Pd., guru pendamping SLB Negeri Cendono Kudus, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami sangat senang bisa belajar ecoprint di Jatisemi Ecoprint. Dari yang awalnya kami tidak tahu, akhirnya kami tahu bagaimana cara proses membuat ecoprint,” ujarnya.
Menurut Lasih, kegiatan semacam ini memberikan kesempatan bagi guru dan anak didik untuk mendapatkan ilmu serta pengalaman baru di luar pembelajaran yang biasa mereka lakukan.
Pelatihan juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung. Bagi siswa, pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan karena mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga melihat dan mengenal proses pembuatan karya secara nyata.
Menambah Pengetahuan Guru dan Anak Didik
Pelaksanaan pelatihan ecoprint ini memiliki tujuan utama untuk menambah pengetahuan dan ilmu bagi guru serta anak didik SLB Negeri Cendono Kudus. Ecoprint sendiri menjadi salah satu bentuk kegiatan kreatif yang menarik untuk dikenalkan kepada peserta didik. Selain memperkenalkan keterampilan baru. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman bagaimana sebuah karya, dapat dihasilkan melalui proses yang dilakukan secara bertahap.
Bagi guru pendamping, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan juga dapat menjadi tambahan wawasan. Sehingga dapat mengembangkan aktivitas pembelajaran yang lebih variatif. Sementara bagi siswa, pengalaman mengikuti pelatihan menjadi kesempatan untuk mengenal keterampilan baru. Sehingga siswa dapat menikmati proses belajar dalam suasana yang berbeda.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses belajar dapat dilakukan melalui berbagai cara. Workshop keterampilan seperti ecoprint dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan pengalaman kreatif kepada siswa dengan pendekatan yang lebih praktis.
Bagi peserta SLB Negeri Cendono Kudus, pelatihan di Jatisemi Ecoprint meninggalkan kesan positif. Rasa ingin tahu yang sebelumnya muncul karena belum mengetahui ecoprint, kemudian terjawab setelah mereka mengikuti proses pembelajaran secara langsung.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena peserta tidak hanya pulang membawa pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman mengikuti sebuah proses kreatif.
Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk membangun keberanian peserta didik dalam mencoba hal-hal baru. Ketika sebuah keterampilan diperkenalkan secara langsung dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, proses belajar dapat terasa lebih dekat dan mudah diterima.
Karena itu, kunjungan dan pelatihan di ruang workshop Jatisemi Ecoprint Kudus menjadi pengalaman tersendiri bagi guru dan siswa SLB Negeri Cendono Kudus.