Sukakata.com - Jumlah korban tewas akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat menjadi 70 orang, per Selasa dinihari (18/08), menurut data Basarnas.

"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 [waktu setempat], total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang," kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (18/08) pagi.

Korban luka-luka tercatat sebanyak 132 orang, dengan korban luka berat 40 orang dan korban luka ringan sebanyak 92 orang. Yudhi juga menyatakan, tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang atau masuk dalam daftar pencarian.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, menyampaikan, sejauh ini, tercatat telah terjadi 2.119 gempa susulan. Gempa susulan terbesar magnitudo 6,2 dan gempa susulan terkecil magnitudo 1,3.

"Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan," katanya

Sebelumnya, pada Senin (17/08 sore), BNPB menyebut jumlah korban tewas akibat gempa NTT tercatat sebanyak 68 orang.

"Pemerintah menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya," kata Berton Panjaitan, dalam konferensi pers, Senin.

Sebelumnya, dua gempa tektonik susulan 5,0 dan 5,8 kembali mengguncang dua wilayah di NTT dalam rentang waktu hampir bersamaan pada Senin (17/08) pagi. Gempa 5,0 terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan disusul gempa 5,8 di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pukul 07.46 WIB, Senin.

Dua peristiwa dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Adapun pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis, tambah BNPB. Sebelumnya, tim penyelamat telah menemukan enam jenazah lagi pada Minggu (16/08), sehingga jumlah korban tewas meningkat.

Sementara itu, ribuan warga yang mengungsi terpaksa menghabiskan malam di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan. Petugas penyelamat terus menyisir puing-puing dan mencari kemungkinan korban yang tertimbun longsor akibat gempa.

Upaya pencarian difokuskan di tiga kabupaten yang masih sulit dijangkau, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, yang menjadi wilayah terdampak paling parah, seperti dilaporkan Reuters.

"Kami telah membersihkan sebagian besar material longsor dan membuka kembali akses jalan menuju desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Namun, gangguan komunikasi dan pemadaman listrik masih menghambat proses pencarian," kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Kabupaten Sikka.

Hingga berita ini diturunkan, mobilitas dan pergerakan untuk bantuan yang terdampak masih terus dilakukan. Koordinasi antara BASARNAS, BNPB, relawan serta masyarakat masih terus berlangsung.

Sumber : BBC News