KUDUS – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kudus menegaskan pentingnya kepemimpinan sekolah dalam memperkuat gerakan pendidikan ‘Aisyiyah Berkemajuan. Nilai Islam berkemajuan, pendidikan karakter Qurani, dan inovasi pembelajaran menjadi bagian penting dalam pengembangan lembaga pendidikan ‘Aisyiyah.

Pesan tersebut disampaikan Ketua PDA Kudus Eny Alifah Kurnia, S.Pd., M.Pd., dalam acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus dan Kepala TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) XIX Getasrabi, di Hotel Horison IJ Kudus, 25 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, PDA Kudus, serta para kepala sekolah SD dan TK Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah se-Kudus.

Dalam kegiatan itu, Hilfa Millati Azka, S.Pd., M.Pd., dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus. Ia menggantikan Ambrina Fadlina Fadlisa yang telah memimpin sekolah tersebut selama empat tahun.

Sementara itu, Devyca Dwi Nanda Sari, S.KM., dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) XIX Getasrabi.

Kepala Sekolah Jadi Penggerak Aisyiyah Berkemajuan

Eny mengatakan pergantian kepemimpinan sekolah bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum untuk melanjutkan dan mengembangkan kualitas pendidikan ‘Aisyiyah.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menjaga ciri khas pendidikan ‘Aisyiyah sekaligus memastikan nilai-nilai Islam berkemajuan diterapkan dalam kehidupan sekolah.

“Jabatan kepala sekolah adalah amanah persyarikatan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan integritas yang tinggi,” kata Eny.

Ia menekankan bahwa pendidikan ‘Aisyiyah harus mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter Qurani, tetapi pada saat yang sama terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan zaman.

Karena itu, kepala sekolah didorong untuk mempertahankan berbagai keunggulan yang telah dimiliki sekolah sekaligus berani melakukan inovasi.

Pertahankan Keunggulan Program Multilingual

Salah satu perhatian PDA Kudus adalah keberlanjutan program unggulan di SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus.

Eny mendorong kepala sekolah baru untuk terus mengembangkan program multilingual sebagai salah satu karakteristik sekolah. Peserta didik diberikan ruang untuk belajar dengan pendekatan multibahasa, antara lain menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab.

Menurutnya, pengembangan program tersebut sejalan dengan semangat pendidikan ‘Aisyiyah yang berkemajuan, yakni menghadirkan pendidikan Islam yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman sekaligus adaptif terhadap perkembangan global.

“Pendidikan ‘Aisyiyah harus terus bergerak maju. Keunggulan yang sudah ada dipertahankan dan dikembangkan agar semakin memberikan manfaat bagi peserta didik,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Kepemimpinan

Eny juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka dan kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, yayasan, komite, dan seluruh unsur terkait.

Menurutnya, keberhasilan sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah secara individu. Kemajuan lembaga membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah.

“Kepemimpinan yang sukses lahir dari sinergitas dan kolaborasi. Rangkul seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk berjalan bersama mencapai visi sekolah,” ujarnya.

Dengan pergantian kepemimpinan di SD ‘Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus dan TK ABA XIX Getasrabi, PDA Kudus berharap semangat pendidikan ‘Aisyiyah Berkemajuan semakin kuat.

Kepemimpinan baru diharapkan mampu meneruskan capaian yang telah dibangun sebelumnya, menghadirkan inovasi, memperkuat pendidikan karakter Qurani, serta membangun budaya sekolah yang kolaboratif.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga mampu membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai Islam yang kuat.