SIDOARJO - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan gedung baru SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman, Sidoarjo, Senin (12/10/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari kegiatan Tasyakuran dan Stadium General bertema “Mewujudkan Pendidikan Terbaik, untuk Membentuk Generasi Muslim Terbaik”.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik melalui penyediaan fasilitas belajar maupun pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik. Acara tersebut turut dihadiri unsur Persyarikatan Muhammadiyah, mulai dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sepanjang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, hingga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Sejumlah guru di lingkungan Cabang Sepanjang juga mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran gedung baru diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan mereka.

Dalam peresmian gedung tersebut juga dilaksanakan Stadium General yang diikuti para pendidik. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kecakapan hidup peserta didik.

Salah satu pembahasan mengangkat perspektif tentang nyamuk dalam kajian biologi dan Al-Qur’an. Makhluk kecil yang kerap dianggap sederhana tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, melatih kemampuan berpikir kritis, serta mendorong siswa melakukan pengamatan dan penelitian.

Dalam perspektif Al-Qur’an, pembahasan ini berkaitan dengan Surah Al-Baqarah ayat 26 yang menyebut perumpamaan seekor nyamuk atau sesuatu yang lebih kecil daripadanya. Sementara itu, Surah Al-Baqarah ayat 29 memberikan gambaran tentang penciptaan dan berbagai hal yang disediakan Allah di bumi bagi manusia.

Pembahasan tersebut menempatkan fenomena di sekitar siswa sebagai salah satu sumber pembelajaran. Melalui pendekatan ilmiah yang disertai kesadaran spiritual, peserta didik didorong untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga bertanya, mengamati, meneliti, dan mengambil pelajaran.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan pembentukan cara berpikir dan pemahaman terhadap lingkungan. Penguatan pendidikan juga membutuhkan keterlibatan guru dan orang tua. Keduanya memiliki peran penting dalam mendampingi anak menghadapi perubahan zaman, termasuk melalui pengalaman belajar yang tidak berhenti pada teori dan hafalan.

Praktik, riset, eksperimen, dan kegiatan pemecahan masalah dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta keberanian mencoba dan memperbaiki kesalahan.

Dalam proses itu, guru berperan mendampingi siswa mengeksplorasi pengetahuan. Sementara itu, orang tua menjadi mitra pendidikan yang memperkuat kebiasaan belajar dan pembentukan karakter di lingkungan keluarga.

Pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan juga perlu berjalan seiring dengan pendidikan akhlak. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan sikap menghormati sesama menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menggunakan pengetahuannya secara bertanggung jawab.

Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata dilihat dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik menerapkan ilmu dan keterampilan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Materi Stadium General juga membahas ungkapan yang populer dinisbatkan kepada Umar bin Khattab, yakni “Ajari anak-anak kalian berenang, memanah, dan berkuda.” Ungkapan tersebut dipahami sebagai pesan mengenai pentingnya membekali anak dengan keterampilan praktis untuk menghadapi kehidupan.
Berenang dapat dikaitkan dengan kemampuan menjaga keselamatan diri dan membangun ketahanan fisik. Memanah mengandung nilai konsentrasi, kesabaran, ketepatan, serta pengendalian diri. Adapun berkuda dapat menjadi sarana untuk melatih keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Dalam konteks pendidikan masa kini, nilai-nilai tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai bidang sesuai potensi dan kebutuhan anak. Kesempatan untuk mempelajari olahraga, sains, bahasa, teknologi, seni, kewirausahaan, kepemimpinan, dan kecakapan hidup lainnya dapat membantu peserta didik mengenali serta mengembangkan kemampuannya.

Pembekalan tersebut penting agar anak tidak hanya memiliki pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan, beradaptasi, bekerja sama, dan menghadapi tantangan kehidupan.

Peresmian gedung baru SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan layanan pendidikan. Namun, peningkatan fasilitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran dan pendampingan siswa.

Sinergi antara sekolah, keluarga, dan Persyarikatan Muhammadiyah diharapkan dapat mendukung proses pendidikan yang lebih bermakna. Fasilitas yang memadai, pembelajaran berbasis praktik dan penelitian, serta penguatan karakter Islami menjadi unsur yang saling melengkapi. Melalui upaya tersebut, SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman diharapkan mampu membentuk generasi muslim yang berilmu, terampil, berintegritas, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

Pendidikan terbaik pada akhirnya bukan hanya mempersiapkan anak meraih prestasi di sekolah, melainkan juga membentuk pribadi yang mampu menjaga nilai-nilai Islam, menghadapi tantangan kehidupan, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Penulis : Moch Ziah Ulhaq

Editor : Tunjung EW