BANYUMAS – Sebanyak 5.373 siswa sekolah dan madrasah Muhammadiyah–Aisyiyah mengikuti Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah (OSMJT) Season 5. Ajang yang digelar sejak 2022 ini menjadi wadah kompetisi akademik sekaligus pembinaan prestasi siswa di tingkat daerah hingga nasional.

Ketua Panitia OSMJT Season 5, Heru Nugroho, mengatakan kompetisi berlangsung secara bertahap, mulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota yang diikuti 5.373 peserta, kemudian menyisakan 2.433 semifinalis dan 160 finalis.

OSMJT Season 5 mempertandingkan empat cabang lomba, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Inggris, dan ISMUBA yang meliputi Al-Islam, Kemuhammadiyahan, serta Bahasa Arab.

“Terima kasih kepada seluruh kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah–Aisyiyah se-Jawa Tengah yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga agenda tahunan FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah ini terselenggara dengan sukses,” ujar Heru.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, Dr. Iwan Junaedi, menegaskan OSMJT penting untuk membentuk mental kompetitif dan meningkatkan daya saing siswa. Ia berharap siswa Muhammadiyah mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, termasuk melalui Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (OMBN) 2026 yang direncanakan berlangsung di Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Jawa Tengah, Pamuji Raharjo, menilai OSMJT tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga sarana silaturahmi, berbagi inovasi, dan memperkuat kolaborasi antarsekolah. Dalam hasil akhir kompetisi, Kota Surakarta berhasil meraih gelar juara umum, sedangkan Kabupaten Banyumas menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 561 siswa.

Penyelenggaraan OSMJT Season 5 turut didukung Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Kompetisi ini juga telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), yang menjadi salah satu pencapaian penting dalam pengembangan ajang tersebut.

Melalui OSMJT, sekolah dan madrasah Muhammadiyah–Aisyiyah diharapkan semakin meningkatkan prestasi akademik, memperluas daya saing siswa, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan Muhammadiyah.